Sabtu, 17 Maret 2012

Hakim menangis karena ketidakadilan

Hakim Menangis Saat Memfonis Seorang Nenek Pencuri Singkong

Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk termenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar, namun manajer PT A**** K**** (B**** grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas, dia memutus diluar tuntutan jaksa PU. ‘maafkan saya’ katanya sambil memandang nenek itu, ‘saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU’.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin.

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah. Sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya. Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa
.”

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT A**** K**** yang tersipu malu karna telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari media pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yg bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media tuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

Perjuangan Daniel Alexander untuk Papua

"Rakyat Papua tidur di atas emas", faktanya orang papua begitu tertinggal dibandingkan kota2 lain di Indonesia.

Daniel Alexander salah seorang yang memperjuangkan nasib orang-orang Papua. Caranya sangat unik dibandingkan orang-orang yang hanya berteriak kepada pemerintah. Dia memberikan penyuluhan kesehatan, bagaimana caranya untuk hidup sehat dimulai dengan hal kecil yaitu mengubah kebiasaan untuk mandi, cara makan, cara menjaga kesehatan, cara berhubungan intim yang baik dan benar. Daniel Alexander mulai menjamah dari kota Sugapa. Masyarakat disana sudah mulai banyak yang berpakaian, makan yang baik diatas meja makan.

Semoga akan lahir mutiara dari timur yang akan membawa perubahan besar untuk Papua. Semoga Papua lebih dan makin baik dari hari ke hari.

"
Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan

Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua

Oooh…, Oooh…,

Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan

Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua"

EQ dan IQ

IQ tinggi seringkali menjadi patokan bahwa kesuksesan seseorang di masa depan akan terjamin. Hmm..i think it isn't 100% correct. Selain IQ (Intelligence Quotient) ada yg disebut EQ (Emotional Quotient). Yang termasuk IQ adalah kemampuan logika, analisis, knowledge. Sedangkan EQ adalah kemampuan bersosialisasi, mampu beradaptasi, berinovasi, menguasai diri.

Salovey & Mayer (1990) – pengembang konsep EQ, jauh sebelum Goleman – merangkumnya menjadi lima aspek berikut ini : a. kesadaran diri (self awareness), b. mengelola emosi (managing emotions), c. memotivasi diri sendiri (motivating oneself), d. empati (emphaty) dan e. menjaga relasi (handling relationship). Seperti halnya Peter dan Salovey, pada mulanya Daniel Goleman pun menyebut 5 dimensi guna mengembangkan kecerdasan emosi yaitu a. Penyadaran Diri, b. Mengelola Emosi, c. Motivasi Diri, d. Empati dan e. Ketrampilan Sosial. EQ dua kali lebih penting dari IQ.

Mau sukses di tempat kerja atau di lingkungan pergaulan???
Kita harus mampu mengembangkan kecerdasan emosi kita. Apabila teman kita berbuat salah, alangkah lebih baik apabila kita mampu mengendalikan diri untuk tidak marah dan dapat mengambil hikmah dari apa yg telah terjadi. Atau misalkan ada teman kita yg tiba2 gosipin kita, alangkah lebih dewasa apabila kita tidak terpancing emosi dan menunjukkan bahwa gosip itu tidak benar. Dan alangkah lebih bijak apabla kita tidak terpancing utk membalas gosip tersebut. Kadangkala kondisi tidak sesuai yg kita harapkan, kita sudah berusaha untuk baik namun kita tidak bisa mengendalikan apa yg orang lain bicarakan atau pikirkan, yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri. Kita yang menentukan apakah kita mau menjadi orang yang baik atau tidak. Kecerdasan emosi bisa kita latih dari kejadian sehari2 yang kita alami. Kehidupan ini adalah laboratorium untuk kita belajar apa makna kehidupan yang kita jalani dan bagaimana kualitas hidup kita adalah tergantung dari diri kita sendiri.

Selamat belajar di laboratorium kehidupan kita^^